Tagged: tahlilan Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • mas Aqil 10:40 am on April 14, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , pahala, tahlilan,   

    Mengirim Bacaan Al-Fatihah kepada Ayah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Salam dan Kepada Para Nabi dan Rasul 

    Dalam ritual Yasinan dan tahlilan, ada sebuah kalimat yang dibaca dan dimaksudkan untuk mengirim Al-Fatihah kepada ayah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasalam. Diantara kalimat itu berbunyi,

    “Tsumma ilaa arwaahi aabaa`ihii wa ikhwaanihii minan nabiyyiina wal mursaliin”

    (Kemudian kepada ruh ayah-ayah beliau (Rasulullah) dan saudara-saudara beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul)

    Ada juga yang membaca seperti ini,

    “Tsumma tsawaaban mitsla tsawaabi dzaalika ilaa arwaahi aabaa`ihii wa ikhwaanihii minan nabiyyiina wal mursaliin”

    (Kemudian pahala seperti pahala tersebut kami kirimkan kepada arwah ayah-ayah beliau dan saudara-saudara beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul) (More …)

     
    • Abu Hannan as Sundawi 10:41 pm on May 19, 2011 Permalink | Reply

      Assalamu’alaikum Warohmatullah.

      Barokallahu Fiika, bagus artikel2nya akhi.. salam kenal dari ana, oh iya ana copas gbrnya yg ada amplop dan komputer lagi kirim pahala, eh surat.. 🙂 Syukron

    • bagus 1:42 am on October 8, 2013 Permalink | Reply

      wahabi kampungan ilmu msh cetek sok2 keminter y kaya gini

  • mas Aqil 10:36 am on April 14, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , tahlilan,   

    Kirim Al-Fatihah Untuk Rosululloh dan Para Malaikat 

    Kirim Al-Fatihah untuk Rosululloh

    Dalam acara tahlilan dan yang semacamnya, kita seringkali mendengarkan orang yang mengirimkan pahala Al-Fatihah untuk Nabi dengan kalimat sebagai berikut:

    “Ilaa Hadhratin Nabiyil mushthafaa shallallaahu ‘alaihi wasallam wa aalihii wa ash-haabihi ajma’iina syai`un lillaahi lahum, Al-Faatihah”

    Artinya, Kepada Nabi Mushtofa, Shollallohu ‘alaihi wasalam, keluarganya dan para sahabatnya semuanya karena Alloh, bagi mereka Al-Faatihah.

    Saya dulu sering memimpin tahlilan dan saya gunakan kalimat tersebut ketika ingin mengirimkan pahala fatihah untuk Nabi dan para sahabatnya. Saya dulu diajari begini, “Sekalipun kita tidak punya pahala banyak dan banyak orang diantara kita yang masih sering ikut main togel (salah satu nama judi) plus banyak dosanya, tetap merasa perlu untuk menghadiahkan pahalanya kepada Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasalam.” (More …)

     
    • dzamzammi dg 10:56 pm on February 9, 2012 Permalink | Reply

      SEDOYO BADHE WANGSUL ING ALAM KUBUR.

    • abdullah 10:24 am on October 26, 2013 Permalink | Reply

      bukankah sahabat nabi pernah mebghadiahkan pahala kpd nabi..??
      waktu para sahabat disuruh mengangkat batu ada salah satu sahabat nabi yg membawa 2 batu..sedangkan sahabat yg lain hanya membawa satu..
      ditanya oleh nabi..knapa engkau membawa dua..?? lalu sahabat nabi menjawab..yg satu pahalanya aku hadiahkan untuk mu… wallahu a’lam

    • suparman 7:00 am on January 12, 2014 Permalink | Reply

      semoga orang tuamu masuk neraka

    • pik 10:01 am on April 21, 2014 Permalink | Reply

      Referensi nya dari “MANTAN KYAI” NU
      jadi inget lelucon gini, “mending mantan penjahat atau mantan kyai?” 🙂

    • Muhammad iqbal 10:52 pm on May 10, 2014 Permalink | Reply

      Ini blog sesat wahabi……nulis Allah aja alloh………nulis rasululullah aja rosululloh……wahabi edan

    • miftahul jannah 10:03 am on June 3, 2014 Permalink | Reply

      sub hanallah ….sukron saudaraku…syukur alhamdulillah…

    • muhammad fadhil 10:58 pm on September 21, 2014 Permalink | Reply

      sombong bener ni bocah,baru 2 hari belajar islam udah celoteh

    • Malaikat maut 4:02 pm on March 10, 2015 Permalink | Reply

      Setelah membaca alfatihah maka Makmum akan menyahut Amin…
      Para malaikat sendiri yg akan menjawabnya…
      Ibarat berdoa kebaikan dan keburukan maka peran serta malaikat turut untuk mengaminkan…

      Jika tidak faham maksudnya maka jgn bikin artikel yg ngaco…

    • arif 9:15 am on March 11, 2015 Permalink | Reply

      belum tau sih dia…. maklum saja…

    • Abdullah ibadallah 1:29 pm on March 15, 2015 Permalink | Reply

      Subhanallah….jadi selama ini kita harus berjalan sesuai sunnah Rasulullah?????….klu begitu bagi anda yg punya blog ini jangan pake HANDPONE tp pakai telepati,jangan pake motor atau mobil pakailah Onta dan kuda,jgn pakai komputer,krn itu tdk ada dlm hadit’s dan Baginda Rasuluiiah tdk pakai itu,jika ada keperluanmu dgn walikota ataupun sama pk Presiden lansung saja tdk usah ikuti prosedur!!!!,,,tdk usah lapor security atau penjaga..bisa nggakk???
      Baginda Rasulullah SAW,manusia suci begitupun para sahabat2 dekatnya……sedangkan kita kita ummat belakangan tdk luput dari salah dan dosa…..apa bedanya kiriman pahala bacaan Al Fatiihah dgn shalawat??,
      Istighfarlah teman,,dan kaji lg ilmu agama Islam lebih dalam lg,apalagi anda paling berani mengatakan BODOH dan TOLOL(kepada siapa anda katakan itu???)..bukankah ada sabda RASULULLAH dalam hadit’s bahwa ” dikemudian hari ummat Nabi Muhammad SAW akan pecah menjadi 73 golongan”.maka untuk itu nafsi nafsi,yang penting dari hati seseoranglah yg memastikan sepanjang tetap mengESAkan ALLAH SWT,wallahu a’lam bishahab.wassalam

    • Jayasehat 11:23 am on March 18, 2015 Permalink | Reply

      Semoga almarhum almarhumah leluhur si Penulis di laknat Alloh SWT…aamiin..
      (gak usah marah gan…kan lo blg do’a kita gak bakal nyampe ke leluhur lo..)

    • fcal 12:59 pm on March 10, 2016 Permalink | Reply

      Dari skian bayk artikel yg saya baca,,baru 1 ekor yg nulis artikel sperti ini,,sampah!!!
      ;jlek banget pendapat mu

  • mas Aqil 10:18 am on April 14, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , tahlilan,   

    KH. Makhrus Ali, Mantan Kyai NU yang Mendakwahkan Sunnah di Kalangan Nahdhiyin 

    “Tahlilan merupakan budaya agama Hindu, hal ini dibuktikan dengan ungkapan syukur dari pendeta dalam sebuah acara berikut ini,“Tahun 2006 silam bertempat di Lumajang, Jatim diselenggarakan kongres Asia penganut agama Hindu. Salah satu poin penting yang diangkat adalah ungkapan syukur yang cukup mendalam kepada Tuhan mereka karena bermanfaatnya ajaran agama mereka yakni peringatan kematian pada hari 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 40, 100, 1000 dan hari matinya tiap tahun yang disebut geblak dalam istilah Jawa(atau haul dalam istilah NU-ed) untuk kemaslahatan manusia yang terbukti dengan diamalkannya ajaran tersebut oleh sebagian umat Islam” (KH. Makhrus Ali dalam buku “Mantan Kyai NU menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah para Wali” hal.23)

    “Muktamar NU ke-1 di Surabaya tanggal 13 Rabi’uts tsani 1345H/21Oktober 1926M mencantumkan pendapat Ibnu Hajar Al-Haitami dan menyatakan bahwa selamatan setelah kematian (yakni Tahlilan dan Yasinan-ed) adalah Bid’ah yang hina/tercela, namun tidak sampai mengharamkannya. (Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, keputusan Muktamar, Munas Kombes Nahdhatul Ulama (1926-2004M) LTN NU Jawa Timur Bekerja sama dengan Penerbit Khalista, Surabaya-2004. Cetakan ketiga, Februari 2007 Halaman 15 s/d 17).” (KH. Makhrus Ali dalam buku “Mantan Kyai NU menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah para Wali” hal.19) (More …)

     
  • mas Aqil 12:40 am on April 14, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , tahlilan,   

    Salah Kaprah dalam Memperuntukkan Tahlilan (Penyimpangan Di atas Penyimpangan) 

    Bismillaahirrahmaanirrahiim.

    Sebuah kesalahan dan kemungkaran itu tidak diam di tempat. Manakala kesalahan dan kemungkaran tidak segera diperbaiki, maka akan bertambah parahlah kesalahan dan kemungkaran itu. Termasuk dalam hal ini adalah perkara bid’ah yang akan kita bicarakan pada kesempatan kali ini, yakni Yasinan dan Tahlilan (terkhusus tahlilan, karena jika kedua amalan ini terkumpul menjadi satu, maka tahlilanlah yang sering disebut dibandingkan dengan Yasinan). Ya, tahlilan adalah sebuah amaliah bid’ah yang dibuat-buat oleh manusia, bukan amalan Rasulullah dan para sahabat beliau beserta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Walau sebagian orang menganggapnya sebagai bid’ah hasanah, sesungguhnya anggapan ini tertolak dalam syari’at. Tidak ada yang namanya bid’ah hasanah. Dan bid’ah merupakan kemungkaran yang dianggap oleh banyak manusia sebagai ketaatan. (More …)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel