Ketika Media Ikut Memasarkan Perklenikan 

Diantara beragam faktor yang menjadi penunjang tumbuh suburnya perilaku mistik dan klenik di tengah masyarakat Indonesia tak pelak dipicu oleh sejumlah media massa , baik media cetak, lebih-lebih media televisi. Bahkan televisi memiliki andil yang paling besar yang bertanggung jawab atas kerusakan aqidah akibat tayangan-tayangan yang disuguhkan, karena televisi merupakan media audio-visual. Wajar saja jika Syaikh Shalih Al-Utsaimin menyebut televisi sebagai ‘orangtua ketiga’.

Media cetak, walau tidak seampuh televisi, tapi ketika media tersebut tampil dengan format yang dibungkus dengan ajaran Islam, umat islam pun menjadi terkecoh sehingga mereka memburu media jenis ini. Konon, saking diminatinya media semacam ini, sehingga media cetak yang menjajakan klenik dan mistik mampu memperoleh oplah tinggi, bahkan menempati oplah terbesar majalah di Indonesia. Pasalnya, media televisi pun ikut aktif dalam promosi majalah-majalah semacam ini. (More …)