Tagged: bid’ah Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • mas Aqil 10:20 am on May 25, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , As-Sunnah, asal-usul, bid'ah, sahabat, shalawat nariyah, Syaikh Nariyah, tabayyun   

    Menyoal Asal-Usul Shalawat Nariyah 

    Siapa yang tak kenal dengan shalawat Nariyah? Mayoritas kita mungkin mengenalnya, atau bahkan telah menghafalnya, atau setidaknya pernah mendengar nama tersebut. Tepat sekali, nama ini begitu masyhur di kalangan masyarakat kita sehingga banyak orang yang mengetahuinya. Bahkan saya sendiri dulu pernah menghafal dan sering membacanya dalam kehidupan sehari-hari. Namun sekarang saya meninggalkannya. Alhamdulillah.

    Konon kabarnya shalawat Nariyah ini adalah gubahan shalawat dari seorang sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Begitulah cerita yang saya dengar dari kaum Nahdhiyin. Untuk mengetahui kisah itu selengkapnya, bacalah nukilan artikel yang saya dapatkan dari sebuah website berikut ini:

    Shalawat Nariyah adalah sebuah shalawat yang disusun oleh Syaikh Nariyah. Syaikh yang satu ini hidup pada zaman Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syaikh Nariyah selalu melihat kerja keras Nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga Syaikh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut shalawat dan Syaikh Nariyah adalah salah satu penyusun shalawat Nabi yang disebut shalawat Nariyah. (More …)

     
    • abahnajibril 11:27 am on May 25, 2011 Permalink | Reply

      Assalamu’alaykum ;
      Abah kunjungan mas aqil … eee kok tulisan ini ada di blog abah juga ya? wah jangan-jangan mas aqil membajak nih… coba cekidot ke http://abahnajibril.wordpress.com/2011/05/25/aha-sholawat-nariyahkamilah/ 😀 …. Wah sayangkan kalo mas aqil semuda ini sudah membajak tulisan …

    • Tommi 1:15 pm on May 25, 2011 Permalink | Reply

      Hehehe kisah katro yg hanya diagung2kan oleh org2 abangan, kisah gelap, udh gitu ga ada sanadnya. Udh deh jaman skrg ga ush ikut2an apa kata org dlm hal agama. Belajar, belajar dan belajar, itu kuncinya. Ilmu sanad adalah filternya.

      Syukron jazakalloh khoir pada admin. Salam kenal ya mas.

    • Ihfazhillah 2:22 pm on June 23, 2011 Permalink | Reply

      Jazakumulloh mas… Malah belum pernah denger kisah yang seperti itu….

    • muslim sumbar 2:20 pm on June 24, 2011 Permalink | Reply

      Mas Aqil, ini tulisan mas aqil atau tulisan abah…?? ^_^

      • mas Aqil 4:40 pm on June 24, 2011 Permalink | Reply

        hohohoho…tanya tuh sama abah. 😀

        Originally my written article.

    • muslim sumbar 11:20 am on June 30, 2011 Permalink | Reply

      gimana sih abah…,

      kok dibilang mas aqil yg bajak…

      By the way, comment muslim sumbar kok ada gambarnya ya (gambar belah ketupat yg ada mulut dan matanya)…
      gimana cara menghilangkannya mas aqil???

      • mas Aqil 8:13 pm on June 30, 2011 Permalink | Reply

        bisa akh. antum tinggal pasang gravatar. jadi masuk ke pengaturan wordpress antum dah. atau bisa jg dari pengaturan wordpress ana. ntar ana coba Insya Allah.

    • muslimsumbar 10:36 am on July 1, 2011 Permalink | Reply

      JazakAllahu khairan…… ^_^

      • mas Aqil 2:41 pm on July 2, 2011 Permalink | Reply

        Sudah ana ganti gambar avatarnya. skrg tidak ada lagi gambar ketupat yg punya mata. hidung dan mulut.. hiii…seram jg ngebayangin adanya ketupat yg kyk gitu.. 😀

  • mas Aqil 1:36 pm on April 14, 2011 Permalink | Reply
    Tags: bid'ah, budha, musyrik, tasyabbuh   

    Tasyabbuh Pada Penggunaan Biji-Bijian Tasbih 

    Lihatlah persamaan kedua gambar di atas! Maka anda akan menjumpai bahwa penggunaan tasbih untuk berdzikir umat Islam merupakan bentuk tasyabbuh (penyerupaan) kepada kaum musyrik Budha. (More …)

     
  • mas Aqil 10:40 am on April 14, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , bid'ah, , , pahala, ,   

    Mengirim Bacaan Al-Fatihah kepada Ayah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Salam dan Kepada Para Nabi dan Rasul 

    Dalam ritual Yasinan dan tahlilan, ada sebuah kalimat yang dibaca dan dimaksudkan untuk mengirim Al-Fatihah kepada ayah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasalam. Diantara kalimat itu berbunyi,

    “Tsumma ilaa arwaahi aabaa`ihii wa ikhwaanihii minan nabiyyiina wal mursaliin”

    (Kemudian kepada ruh ayah-ayah beliau (Rasulullah) dan saudara-saudara beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul)

    Ada juga yang membaca seperti ini,

    “Tsumma tsawaaban mitsla tsawaabi dzaalika ilaa arwaahi aabaa`ihii wa ikhwaanihii minan nabiyyiina wal mursaliin”

    (Kemudian pahala seperti pahala tersebut kami kirimkan kepada arwah ayah-ayah beliau dan saudara-saudara beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul) (More …)

     
    • Abu Hannan as Sundawi 10:41 pm on May 19, 2011 Permalink | Reply

      Assalamu’alaikum Warohmatullah.

      Barokallahu Fiika, bagus artikel2nya akhi.. salam kenal dari ana, oh iya ana copas gbrnya yg ada amplop dan komputer lagi kirim pahala, eh surat.. 🙂 Syukron

    • bagus 1:42 am on October 8, 2013 Permalink | Reply

      wahabi kampungan ilmu msh cetek sok2 keminter y kaya gini

  • mas Aqil 10:36 am on April 14, 2011 Permalink | Reply
    Tags: bid'ah, , , ,   

    Kirim Al-Fatihah Untuk Rosululloh dan Para Malaikat 

    Kirim Al-Fatihah untuk Rosululloh

    Dalam acara tahlilan dan yang semacamnya, kita seringkali mendengarkan orang yang mengirimkan pahala Al-Fatihah untuk Nabi dengan kalimat sebagai berikut:

    “Ilaa Hadhratin Nabiyil mushthafaa shallallaahu ‘alaihi wasallam wa aalihii wa ash-haabihi ajma’iina syai`un lillaahi lahum, Al-Faatihah”

    Artinya, Kepada Nabi Mushtofa, Shollallohu ‘alaihi wasalam, keluarganya dan para sahabatnya semuanya karena Alloh, bagi mereka Al-Faatihah.

    Saya dulu sering memimpin tahlilan dan saya gunakan kalimat tersebut ketika ingin mengirimkan pahala fatihah untuk Nabi dan para sahabatnya. Saya dulu diajari begini, “Sekalipun kita tidak punya pahala banyak dan banyak orang diantara kita yang masih sering ikut main togel (salah satu nama judi) plus banyak dosanya, tetap merasa perlu untuk menghadiahkan pahalanya kepada Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasalam.” (More …)

     
    • dzamzammi dg 10:56 pm on February 9, 2012 Permalink | Reply

      SEDOYO BADHE WANGSUL ING ALAM KUBUR.

    • abdullah 10:24 am on October 26, 2013 Permalink | Reply

      bukankah sahabat nabi pernah mebghadiahkan pahala kpd nabi..??
      waktu para sahabat disuruh mengangkat batu ada salah satu sahabat nabi yg membawa 2 batu..sedangkan sahabat yg lain hanya membawa satu..
      ditanya oleh nabi..knapa engkau membawa dua..?? lalu sahabat nabi menjawab..yg satu pahalanya aku hadiahkan untuk mu… wallahu a’lam

    • suparman 7:00 am on January 12, 2014 Permalink | Reply

      semoga orang tuamu masuk neraka

    • pik 10:01 am on April 21, 2014 Permalink | Reply

      Referensi nya dari “MANTAN KYAI” NU
      jadi inget lelucon gini, “mending mantan penjahat atau mantan kyai?” 🙂

    • Muhammad iqbal 10:52 pm on May 10, 2014 Permalink | Reply

      Ini blog sesat wahabi……nulis Allah aja alloh………nulis rasululullah aja rosululloh……wahabi edan

    • miftahul jannah 10:03 am on June 3, 2014 Permalink | Reply

      sub hanallah ….sukron saudaraku…syukur alhamdulillah…

    • muhammad fadhil 10:58 pm on September 21, 2014 Permalink | Reply

      sombong bener ni bocah,baru 2 hari belajar islam udah celoteh

    • Malaikat maut 4:02 pm on March 10, 2015 Permalink | Reply

      Setelah membaca alfatihah maka Makmum akan menyahut Amin…
      Para malaikat sendiri yg akan menjawabnya…
      Ibarat berdoa kebaikan dan keburukan maka peran serta malaikat turut untuk mengaminkan…

      Jika tidak faham maksudnya maka jgn bikin artikel yg ngaco…

    • arif 9:15 am on March 11, 2015 Permalink | Reply

      belum tau sih dia…. maklum saja…

    • Abdullah ibadallah 1:29 pm on March 15, 2015 Permalink | Reply

      Subhanallah….jadi selama ini kita harus berjalan sesuai sunnah Rasulullah?????….klu begitu bagi anda yg punya blog ini jangan pake HANDPONE tp pakai telepati,jangan pake motor atau mobil pakailah Onta dan kuda,jgn pakai komputer,krn itu tdk ada dlm hadit’s dan Baginda Rasuluiiah tdk pakai itu,jika ada keperluanmu dgn walikota ataupun sama pk Presiden lansung saja tdk usah ikuti prosedur!!!!,,,tdk usah lapor security atau penjaga..bisa nggakk???
      Baginda Rasulullah SAW,manusia suci begitupun para sahabat2 dekatnya……sedangkan kita kita ummat belakangan tdk luput dari salah dan dosa…..apa bedanya kiriman pahala bacaan Al Fatiihah dgn shalawat??,
      Istighfarlah teman,,dan kaji lg ilmu agama Islam lebih dalam lg,apalagi anda paling berani mengatakan BODOH dan TOLOL(kepada siapa anda katakan itu???)..bukankah ada sabda RASULULLAH dalam hadit’s bahwa ” dikemudian hari ummat Nabi Muhammad SAW akan pecah menjadi 73 golongan”.maka untuk itu nafsi nafsi,yang penting dari hati seseoranglah yg memastikan sepanjang tetap mengESAkan ALLAH SWT,wallahu a’lam bishahab.wassalam

    • Jayasehat 11:23 am on March 18, 2015 Permalink | Reply

      Semoga almarhum almarhumah leluhur si Penulis di laknat Alloh SWT…aamiin..
      (gak usah marah gan…kan lo blg do’a kita gak bakal nyampe ke leluhur lo..)

    • fcal 12:59 pm on March 10, 2016 Permalink | Reply

      Dari skian bayk artikel yg saya baca,,baru 1 ekor yg nulis artikel sperti ini,,sampah!!!
      ;jlek banget pendapat mu

  • mas Aqil 9:44 am on April 14, 2011 Permalink | Reply
    Tags: bid'ah, fatwa, i'tikaf, KH. Arwani Faishal, , ,   

    Fatwa KH. Arwani Faishal Tentang I’tikaf (Adakah para Nahdhiyin Yang Mau Mengubah Amaliah dan keyakinannya?) 

    Bismillaahirrohmaanirrohiim

    .::KH. Arwani Faishal adalah Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masaa`il PBNU::.

    I’tikaf adalah berdiam di dalam masjid dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah. Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pada setiap bulan Ramadhan selama 10 hari yang terakhir, selalu melaksanakan i’tikaf. Bahkan secara khusus –pada tahun wafatnya-, beliau beri’tikaf pada bulan Ramadhan itu selama 20 hari, sebagaimana yang termaktub dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari rahimahullaah dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.

    Pelaksanaan I’tikaf Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum selama 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan itu erat kaitannya dengan Lailatul Qadar. Dalam artian, Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallaahu ‘anhum beri’tikaf atau bertekun-tekun ibadah untuk berjaga-jaga ketika turun Lailatul Qadar. (More …)

     
    • Ade Malsasa Akbar 1:22 am on December 18, 2011 Permalink | Reply

      Semoga Allah memberikan kita hidayah. Amin.

      Sungguh, seumur hidup saya tidak tahu dengan yang namanya i’tikaf tapi di kuburan. Sebetulnya bisa diterima kalau itu haram dan syirik, tapi kenapa sih pak kok banyak sekali yang amalkan itu dari dulu? BUkannya yang seperti itu sudah terlalu jelas dan semestinya sepatutnya ditinggal?

    • Dewo Sulistiyo 6:11 am on March 24, 2012 Permalink | Reply

      Melakukan i’tikaf tentu di masjid tapi Apa dilarang jika kita mengenal/mendekati/berdoa di sekitar makam para pejuang agama Islam/wali songo? Kenapa makam Rosululloh ada di dalam Masjid Nabawi? Semoga ada pembaca budiman yang berkenan menjawab pertanyaan saya, terimakasih…

      • mas Aqil 9:23 am on March 31, 2012 Permalink | Reply

        Telah ada larangan dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah layaknya sebuah masjid. Sedangkan berdoa adalah sebuah ibadah dan ibadah tidak boleh dilakukan di pekuburan. Ada kesalahan dalam praktek ziarah kubur pada sebagian umat Islam, sehingga hal itu dijadikan dan dianggap benar oleh kaum muslimin. Mereka berdoa, membaca Al-Qur’an, i’tikaf bahkan shalat di area pekuburan. Ketahuilah semua itu adalah kesalahan.

        Adapun kubur Rasulullah sebenarnya tidak di dalam masjid. Akan tetapi di kamar Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa. Namun, dalam perjalanannya, masjid Nabi diperluas sehingga memasukkan kubur Nabi ke dalam masjid. Kuburan Nabi tidaklah sama dengan kuburan siapapun, termasuk wali songo yang diagung-agungkan secara berlebihan oleh kaum muslimin. Dan pemerintah KSA telah melakukan penjagaan ketat di kuburan Nabi. Orang yang ketahuan berdoa di hadapan kuburan Nabi, atau thawaf di sekeliling kuburan Nabu, maka dia akan diusir oleh petugas. Jadi, tidak sama dan tidak boleh beribadah (berdoa, i’tikaf dll) di kuburan siapapun, termasuk kuburan Nabi.

        Allaahua’lam..

  • mas Aqil 12:40 am on April 14, 2011 Permalink | Reply
    Tags: bid'ah, , , , , ,   

    Salah Kaprah dalam Memperuntukkan Tahlilan (Penyimpangan Di atas Penyimpangan) 

    Bismillaahirrahmaanirrahiim.

    Sebuah kesalahan dan kemungkaran itu tidak diam di tempat. Manakala kesalahan dan kemungkaran tidak segera diperbaiki, maka akan bertambah parahlah kesalahan dan kemungkaran itu. Termasuk dalam hal ini adalah perkara bid’ah yang akan kita bicarakan pada kesempatan kali ini, yakni Yasinan dan Tahlilan (terkhusus tahlilan, karena jika kedua amalan ini terkumpul menjadi satu, maka tahlilanlah yang sering disebut dibandingkan dengan Yasinan). Ya, tahlilan adalah sebuah amaliah bid’ah yang dibuat-buat oleh manusia, bukan amalan Rasulullah dan para sahabat beliau beserta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Walau sebagian orang menganggapnya sebagai bid’ah hasanah, sesungguhnya anggapan ini tertolak dalam syari’at. Tidak ada yang namanya bid’ah hasanah. Dan bid’ah merupakan kemungkaran yang dianggap oleh banyak manusia sebagai ketaatan. (More …)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel