Generasi Segudang Potensi

Generasi muda itu generasi yang punya segudang keutamaan, potensi dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh selain mereka. Allah ta’ala dan Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam banyak banget menyebutkan keutamaan-keutamaan para generasi muda, di dalam ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits Nabawi. Contohnya nih kisah Ashhabul Kahfi, siapa sih mereka? Mereka adalah para pemuda yang beriman yang menyelamatkan keimanan mereka dari penguasa saat itu hingga Allah tidurkan mereka bersama anjingnya dalam sebuah gua selama 309 tahun. Mereka adalah contoh kisah keutamaan generasi muda yang Allah tuangkan dalam Al Quran.

 

Dalam banyak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga banyak menyebutkan keutamaan para generasi muda, contohnya ada dalam sebuah hadits yang menyebutkan tentang tujuh golongan yang mendapat naungan dari Allah di hari kiamat, tatkala tidak ada naungan selain naungan-Nya, yaitu pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid, pemuda yang selalu rindu dengan masjid, merindukan panggilan ilahiyyah, dia tumbuh dan berkembang dalam ketakwaan, tumbuh dalam ibadah dan ketaatan kepada Allah.

Generasi muda punya potensi dan kelebihan yang cuma dimiliki oleh mereka yang berstatus sebagai pemuda. Mereka punya kecerdasan akal, kekuatan nalar dan fisik, kekuatan hafalan, kegesitan, keluwesan bergaul dan banyak hal lainnya. Kita ini sebagai para pemuda hendaknya sadar potensi dan kelebihan yang kita miliki yang nantinya kita pergunakan potensi-potensi tersebut sebaik mungkin untuk hal-hal yang positif.

 

Coba kita lihat generasi-generasi muda yang hidup di zaman Rasulullah dan zaman-zaman setelahnya. Sejarah Islam mencatat nama-nama Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Urwah bin Zubair, Anas bin Malik dan lainnya –semoga Allah meridhai mereka-. Mereka adalah contoh para pemuda ideal yang kudu kita contoh. Mereka pergunakan potensi diri mereka dalam kebaikan sehingga mereka dikenal dalam kebaikan. Lihat sejarah Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal dan anaknya Abdullah, Imam An-Nawawi, dan lainnya, gimana mereka mengisi masa muda mereka dengan hal-hal positif dan memanfaatkan potensi diri mereka dengan sebaik mungkin.

 

Kita sebagai generasi muda, ingin menjadi seperti mereka? Sadari potensi kita kemudian pergunakan potensi diri tersebut secara maksimal dalam kebaikan atau hal-hal positif.

 

Kita diberikan kecerdasan akal dan kekuatan nalar, pergunakanlah untuk belajar, menuntut ilmu; ilmu dien maupun ilmu duniawi.

 

Kita diberikan kekuatan fisik dan kegesitan, pergunakanlah untuk berkarya, melatih diri dengan hal-hal positif sehingga kita meraih prestasi. Barangkali ada di antara kita yang memiliki kecenderungan dalam olahraga, rajin dan giatlah berlatih hingga kita berprestasi dalam bidang tersebut.

 

Kita diberikan kekuatan hafalan, pergunakanlah untuk menghafal Al Quran, hadits-hadits Nabi, kosa kata bahasa asing dan kaidah-kaidah bahasa asirng dan lainnya.

 

Kita diberikan keluwesan bergaul, pergunakanlah untuk memperluas pertemanan. Namun kita harus bisa memilih teman bergaul. Pilihlah teman-teman yang bisa mengajak atau diajak dalam kebaikan.

 

Berkaryalah dengan karya-karya positif namun tidak melanggar norma-norma yang ada. Bangkitkan kreatifitas diri kita, eksplorasi ide-ide kreatif kita yang kemudian kita tuangkan sebagai karya-karya kita. Barangkali ada di antara kita berpotensi membuat tulisan-tulisan, artikel-artikel, karya ilmiah, gambar atau lukisan, dan lainnya maka kembangkanlah potensi-potensi tersebut. Teruslah berlatih dan asah potensi-potensi tersebut semaksimal mungkin hingga kita menghasilkan karya-karya positif. Jangan hiraukan apresiasi buruk terhadap karya-karya yang kita hasilkan.

 

Jauhi rasa malas dan teman yang buruk. Rasa malas dan teman yang buruk hanya akan menjerumuskan diri kita ke dalam jurang penyesalan. Rasa malas dan teman yang buruk hanya akan menjadikan kita sebagai generasi yang tidak bisa memanfaatkan potensi diri secara baik dan bahkan mengubur potensi-potensi yang kita miliki. Rasa malas dan teman yang buruk hanya akan menghalangi kita untuk berkarya. Rasa malas dan teman yang buruk hanya akan merusak kita, baik secara fisik maupun mental. Merokok, penyalahgunaan narkoba, geng motor yang negatif, minuman keras, judi, dan lainnya semua itu bisa jadi karena pengaruh teman yang buruk. Jauhi teman yang buruk yang menjerumuskan kita terhadap hal-hal negatif yang merusak fisik dan mental kita.

 

Jangan tertipu dengan masa muda kita. Mentang-mentang masih muda, terus beranggapan kalau kita masih punya umur panjang, kemudian kita berfoya-foya, lalai dari kebaikan. Ingat guys, batas usia hanya Allah yang tahu. Jadi bergunakan dan manfaatkan masa muda kita sebaik mungkin sehingga kita tidak menuai penyesalan di hari kemudian.

Ditulis oleh Aqil Azizi

Advertisements