SEBAB-SEBAB GANGGUAN JIN TERHADAP MANUSIA (silahkan dishare)

13010831_10206356457091999_7904138018371434305_nDapat kabar bahwa sang tukang ruqyah yang terkenal dengan beragam teknik dan jurus itu terkena gangguan jin (kerasukan). Hal ini menggerakkan hati saya untuk menulis beberapa sebab jin masuk ke dalam tubuh manusia. Saya membaginya menjadi dua sebab umum: sebab internal dan sebab eksternal.

Sebab-Sebab Internal

  • Ujian dari Allah.
  • Perbuatan pelanggaran berupa maksiat yang dilakukan secara terus menerus.

Maksiat membuat seseorang semakin jauh dari Allah dan perlindungan/penjagaan-Nya, menjauhkan diri dari ketaatan, melemahkan hati dan badan, mendatangkan azab, memudahkan syaitan untuk menguasai jiwa dan raga seseorang, dan lainnya.

  • Mengamalkan amalan-amalan bid’ah.

Ali bin Ja’d mengatakan bahwa dia mendengar Yahya bin Yaman berkata bahwa dia mendengar Sufyan (ats Tsauri) berkata, “Bid’ah itu lebih disukai Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa. Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertaubat. Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertaubat” (Diriwayatkan oleh Ibnu Ja’d dalam Musnadnya no 1809 dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal 22).
Seseorang yang mengamalkan bid’ah menganggap bahwa amalan bid’ahnya itu adalah ibadah yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Namun pada hakikatnya amalan bid’ahnya itu justru menjauhkan dirinya dari rahmat dan penjagaan Allah.

  • Mendatangi dukun
  • Pergi ke tempat-tempat asing, sepi, kotor dan tidak pernah dijadikan sebagai tempat ibadah dan dzikir tanpa meminta perlindungan kepada Allah. Misal: sungai, lembah, hutan, rumah kosong, bumi perkemahan, kuburan, dll. Oleh karena itu Rasulullah menganjurkan kepada tiap muslim untuk senantiasa berta’awudz jika berada di tempat-tempat seperti itu.
  • Buang air sembarang tempat tanpa membaca doa sebagaimana doa masuk ke kamar mandi.

Tuntunan Rasulullah dalam hal ini adalah mencari tempat yang jauh dari pandangan mata manusia, menutup diri, tidak membawa sesuatu yang mengandung nama Allah, membaca basmalah dan ta’awudz, mendahulukan kaki kiri ketika masuk dan kaki kanan ketika keluar, tidak menghadap kiblat atau membelakanginya, bukan jalan yang dilalui manusia dan tempat berteduh, tidak buang air di air yang menggenang, membersihkan kotoran dengan tangan kiri, menggunakan air atau tiga buah batu, membaca ghufronak ketika selesai membuang hajat.

  • Membuang air panas sembarangan. Hal ini dikarenakan bisa mengenai dan mengganggu jin yang bisa mengundang kemarahan jin yang memicu balas dendam kepada orang yang melakukan hal tersebut.

Syaikh Abdul Aziz as-Sidhan menceritakan,
Saya pernah menghadiri acara ruqyah orang yang kesurupan. Terjadi dialog antar jin dan peruqyah,
Peruqyah: ‘Mengapa kamu masuk ke badan orang ini’
Jin: ‘Orang ini membuang air mendidih dan mengenai anakku, sampai mati.’
Peruqyah: ‘Itu karena dia tidak tahu ada anakmu di tempat itu.’
Jin: ‘Mengapa dia tidak membaca basmalah sehingga anakku bisa menghindar sebelum dia buang air panas.’
(Syarh kitab ad-Dakwah ilallah wa Akhlak ad-Duat, dinukil dari Fatwa Islam no. 226625).
Kisah saya ambil dari konsultasisyariah(dot)com. Allahu a’lam.

  • Suka melamun, menyendiri dan pikiran kosong.
  • Wanita keluar rumah tanpa berhijab syar’i. Ketika wanita hendak keluar rumah untuk suatu keperluan, hendaklah dia memperhatikan adab-adab yang diajarkan Islam.
  • Sedih yang berkepanjangan
  • Menuntut ilmu tenaga dalam, kanuragan atau olah jiwa. Karena keseluruhan ilmu tersebut menggunakan bantuan jin, meskipun dalam prosesnya membaca sebagian ayat atau surat dari Al-Quran.
  • Dzikir-dzikir tasawuf.

Oleh karena itu, orang tua-tua dulu melarang anak-anaknya untuk belajar agama terlalu dalam. Kata mereka, nanti bisa gila. Itu karena mereka mempelajari tasawuf, melakukan ritual-ritual dzikir sambil menari-nari, bergoyang hebat hingga tak sadarkan diri. Pada akhirnya sebagian dari mereka gila karena jin yang bersarang di syaraf berpikirnya yang lambat laun merusak fungsi syarafnya. Jika tidak segera diobati dengan ruqyah, orang tersebut bisa mengalami gila permanen.

  • Tidak berdoa ketika berhubungan badan antara pasutri. Ketika si istri ditakdirkan hamil dan punya anak, boleh jadi sang anak mendapat gangguan jin. Ini banyak terjadi. Adapun sang anak dinamakan dengan anak indigo, yang hakikatnya adalah anak yang mengalami gangguan jin.
  • Mengamalkan doa atau dzikir yang khusus untuk mendatangkan, menghadirkan atau melihat jin.
  • Tidak menerapkan adab-adab Islam ketika tidur. Seperti: membersihkan tempat tidur, bersuci sebelum tidur, doa dan dzikir sebelum tidur.
  • Pernah belajar ilmu perdukunan, ilmu sihir, hipnotis, gendam, guna-guna, santet, pelet, dan semisalnya.
  • Hobi menonton tayangan-tayangan horor, seram dan menakutkan.
  • Menyimpan jimat, rajah dan benda-benda sihir lainnya.
  • Memasang susuk, pengasihan, penglarisan, pesugihan dan semisalnya.
  • Sering melakukan praktik ruqyah.

Sebab-Sebab Eksternal

  • Pernah menjadi korban tindak kriminal dengan menggunakan metode hipnotis, gendam, guna-guna, santet dan semisalnya.
  • Ada di antara kalangan keluarga yang menjadi dukun.
  • ‘Ain (pandangan mata jahat), yakni penyakit yang timbul akibat akibat pandangan mata yang disertai sifat iri atau takjub terhadap yang dipandang, bisa terjadi dari pandangan orang yang iri atau cinta, dari orang yang bertabiat buruk atau orang shalih. Oleh karena itu, ketika kita merasa takjub dengan sesuatu yang ada pada orang lain (misal: kelebihan yang diberikan kepada orang lain dari sifat, bentuk atau sesuatu yang dimiliki orang lain), hendaknya kita juga menyertai ketakjuban kita dengan ucapan masya Allah, subhanallah, atau barokallohu fiik untuk menghindarkan penyakit ain kepada orang lain itu.
  • Sihir kiriman orang lain yang tidak suka, dendam, cinta, suka atau iri terhadap kesuksesan yang telah diraih seseorang.
  • Ada diantara anggota keluarga atau kerabat yang menyimpan jimat, memasang pagar ghaib, pagar diri, aura dan semacamnya.
  • Memakan makanan atau minuman yang diberikan orang lain yang dalam makanan dan minuman itu sudah dimasuki sihir.
  • Jin jatuh cinta atau suka pada seseorang dari kalangan manusia. Ini umumnya terjadi pada wanita.
  • Ada anggota keluarga yang sering melakukan praktik ruqyah.

Itulah beberapa sebab terjadinya gangguan jin pada diri seseorang. Semua itu saya peroleh dari apa yang saya baca, saya lihat, saya dengar, saya temui dan saya alami dari sedikit pengalaman hidup. Kemungkinan besar masih lebih banyak lagi yang tidak saya sebutkan dan ketahui.

Semoga bermanfaat dan menjadikan diri kita lebih waspada dan kemudian memperbanyak permintaan perlindungan kepada Allah ta’ala.

Ditulis oleh akhukum fillaah Aqil Azizi.

Advertisements