Konspirasi Ibu-ibu dan Lampu Sen

lampu sen ibuDulu saya mengira kalau “konspirasi” ini hanya hisapan jempol belaka. Namun akhirnya saya tahu sendiri, menyaksikan dengan mata sendiri bahwa “konspirasi” ini adalah nyata. Waspadalah.. Waspadalah.. Waspadalah.. Semoga saya dan Anda dilindungi dari “konspirasi” ini.

Saya punya kisah tentang kejadian ini. Bahkan ini terjadi sebanyak tiga kali dalam satu hari tepat di depan mata saya sendiri. Begini ceritanya:

Hari Jumat, 29 Januari 2016 lalu saya pergi ke daerah Muara Fajar, Rumbai, Pekanbaru karena ada beberapa urusan dengan pihak kepolisian.

Kejadian pertama, saat saya berangkat. Di depan saya mendapati seorang ibu yang mengendarai motornya dengan santai. Padahal kondisi lalu lintas tidak terlalu padat. Oleh karenanya saya memutuskan ambil ancang-ancang hendak menyalip si ibu dari sisi kanan dengan terlebih dahulu menyalakan lampu sein kanan sebagai tanda. Tak disangka tak dinyana, si ibu juga menyalakan lampu sein kanannya. Akhirnya saya urungkan niat menyalipnya. Menunggu beberapa lama, beberapa ratus meter dengan setia di belakangnya, si ibu tidak menunjukkan tanda-tanda mau berbelok ke kanan padahal dari tadi lampu sein kanannya menyala terus. Aammpuun maaakk..

Kejadian kedua, tak beberapa lama dari kejadian pertama. Di depan saya tapi agak jauh ada sesosok ibu mengendarai motor. Tiba-tiba dia menyalakan lampu sein arah kanan. Beberapa ratus meter dia lalui tanpa berbelok. Eh njeketek tiyek si ibu malah belok ke kiri, padahal lampu sein kanannya menyala. Untung yang tepat di belakangnya bukan saya. Ammpuunn laagii maaakk..

Kejadian ketiga tidak di Rumbai, tapi di Jalan Purwodadi ke arah rumah saya pada waktu sore hari. Setelah saya menghubungi pihak kepolisian yang akan mengantarkan sesuatu ke rumah saya, saya akhirnya keluar ke depan Jalan Purwodadi karena pak polisi tidak tahu tepatnya alamat saya. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya saya yang mengendarai motor memandu para pak polisi yang mengendarai mobil. Saya berkendara di depan dan mereka mengikuti saya di belakang. Saya pandu pelan hingga di depan saya ada seorang ibu mengendarai motor dengan lambat. Karena sudah merasa kapok, saya akhirnya langsung menyalipnya. Maka tinggallah pak polisi di belakang ibu itu. Saya perhatikan dari kaca spion untuk mengetahui apa yang terjadi. Benar saja, si ibu menyalakan lampu sein arah kanan. Namun sampai beberapa ratus meter ke depan, si ibu tidak ada tanda mau belok kanan. Kasihan pak polisi itu. Sampai menyalakan klakson beberapa kali. Dalam hati saya bergumam, “Tilang aja pak. Ben kapok”

Itu tiga cerita saya.

Ada dua raja jalanan yang bikin KZL ZBL:
1. Rombongan konvoi
2. Emak-emak naek motor

Tapi jika Anda menjumpai emak-emak naek motor lagi konvoi, saya yakin Anda akan niat berteriak,

AAAAMMPUUNN MAAAKK..!!!

Sekian, terima kasih.

 

 

 

Advertisements